Searching...
Tuesday, June 18, 2013

Zat Anti Bakteri



Zat antibakteri merupakan zat yang dapat mengganggu pertumbuhan dan metabolisme suatu bakteri. Suatu antibakteri dapat bertindak sebagai bakteriostatik atau bakterisida. Bakteriostatik adalah suatu tindakan yang hanya menghambat pertumbuhan dan multiplikasi bakteri, dan apabila tindakan dihilangkan bakteri akan tumbuh kembali. Sedangkan bakterisida merupakan tindakan yang menyebabkan kematian bakteri. Aksi bakterisida berbeda dengan bakteriostatik hanya dalam sifat irreversibelnya, yaitu organisme yang terbunuh tidak dapat bereproduksi lebih lama, bahkan setelah tidak berkontak dengan zat antibakteri.

Gambar Struktur Dasar Sel Bakteri
 
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih zat antimikroba adalah :
  • Jenis zat dan mikroorganisme
Zat antimikrobial yang akan digunakan harus sesuai dengan jenis mikroorganismenya karena memiliki kerentanan yang berbeda-beda.
  • Konsentrasi dan intensitas zat antimikroba
Semakin tinggi konsentrasi zat antimikroba yang digunakan, maka semakin tinggi pula daya kemampuannya dalam mengendalikan mikroorganisme.
  • Jumlah organisme
Semakin banyak mikroorganisme yang dihambat atau dibunuh, maka semakin lama waktu yang diperlukan untuk mengendalikannya.
  • Suhu
Suhu yang optimal dapat menaikkan efektivitas zat antimikroba.
  • Bahan organik
Bahan organik asing dapat menurunkan efektivitas zat antimikroba dengan cara menginaktifkan bahan tersebut atau melindungi mikroorganisme. Hal tersebut karena penggabungan zat dan bahan organik asing membentuk zat antimikroba yang berupa endapan sehingga zat antimikroba tidak lagi mengikat mikroorganisme. Akumulasi bahan organik terjadi pada permukaan sel mikroorganisme sehingga menjadi pelindung yang mengganggu kontak antara zat antimikroba dengan mikroorganisme.

Antimikroba yang ideal juga harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
  • Mempunyai kemampuan untuk mematikan atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang luas (broad spectrum antibiotic).
  • Tidak menimbulkan terjadinya resistensi dari mikroorganisme patogen.
  • Tidak menimbulkan efek samping (side effect) yang buruk pada tubuh, seperti reaksi alergi, kerusakan syaraf, iritasi lambung, dan sebagainya.
  • Tidak mengganggu keseimbangan flora normal tubuh seperti flora usus atau flora kulit
Mekanisme aksi obat antimikroba tidak sepenuhnya dimengerti. Namun, mekanisme aksi ini dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok utama :
  • Penghambatan terhadap sintesis dinding sel 
  • Penghambatan terhadap fungsi membran sel 
  • Penghambatan terhadap sintesis protein (misal, penghambatan translasi dan transkripsi meterial genetik) 
  • Penghambatan terhadap sintesis asam nukleat
Contoh Senyawa Anti Bakteri

0 comments:

Post a Comment

Blog ini Berisi Sharing & Caring Tentang Ilmu Pengetahuan