Searching...
Sunday, June 9, 2013

Proses Quality Control Oil (Bahan Pelumas)

Proses ini adalah menentukan mutu bahan pelumas baru apakah sesuai dengan spesifikasi atau  tidak. Bahan pelumas umumnya digunakan untuk melumasi mesin-mesin pabrik. Jenis bahan pelumas yang digunakan tergantung dari jenis mesin yang akan dilumasi misalnya: pelumas Turbolube untuk pelumas turbin dari berbagai pabrikan turbin, pelumas Kompen digunakan untuk kompresor pendingin yang dipakai pada lemari pendingin, pelumas Turalik digunakan untuk peralatan hidrolik umum, serta pelumasan system sirkulasi atau  system bath, pelumas Salyx digunakan untuk mesin diesel industri & perkapalan putaran menengah, dll. Beberapa parameter Quality Control yang diuji untuk bahan pelumas antara lain:
·         Viskositas
Semua oli mesin diranking berdasarkan viskositas, yang bermakna seberapa baik oli mengalir pada suhu tertentu  ( pada 400C, dan pada 1000C, adalah standard ukuran temperature yang digunakan ). Semakin tinggi nilai viskositas, semakin kental oli, dan semakin lambat oli tersebut mengalir melalui celah celah pada mesin. Dan semakin tinggi viskositas, maka semakin baik oli mengurangi gesekan ketika kondisi oli panas.
Sebuah oli dengan spesifikasi multi-weight berlaku seperti oli yang memiliki dua viskositas yang berbeda, bergantung pada temperature. Tes temperatur rendah berlaku pada suhu 40 0C, ini di indikasikan sebagai nomor pertama pada kemasan oli, dan tes temperature tinggi pada suhu 100 0C, ini di indikasikan sebagai nomer kedua pada kemasan oli.
Pengukuran viskositas oli umumnya dilakukan dengan menggunakan viskometer. Sampel oli dimasukkan pada viskometer dengan bantuan pompa kemudian dikondisikan pada viskometer bath selama 10 menit baik pada temeperature rendah 40 0C maupun pada temperature tinggi 100 0C. kemudian diukur waktu yang diperlukan oleh sampel oli untuk melewati 2 tanda batas pada viskometer. Viskositas terukur sebagai waktu yang diperlukan dikalikan dengan factor tube dari ukuran vuskometer yang digunakan.
American Petroleum Institute (API) menciptakan standard untuk memberikan ranking bagi viskositas dan kandungan oli. Ijin oli dari berbagai perusahaan yang berbeda dibandingkan dalam rangka menciptakan standard bobot viskositas. Juga ijin oli dari berbagai perusahaan berbeda dibandingkan dalam rangka menciptakan standard formulasi isi kandungan oli (terutama untuk meyakinkan isi kandungan oli sesuai dengan aturan system control polusi yang dikeluarkan pemerintah). Sehingga perlu dilakukan konversi nilai specific gravity oli yang didapatkan dengan rumus:
API = (141,5/SG) – 131,5
·         Flash Point dan Fire Point
Semua oli mesin memiliki beberapa temperatur dimana mereka menjadi uap atau secara spontan terbakar, dan lalu rusak menjadi senyawa lain. Untuk kebanyakan mesin pada kondisi normal, sepanjang titik ini lebih tinggi daripada suhu mesin pada umumnya dan lebih rendah daripada suhu pembakaran dan busi, ini tidak akan menjadi masalah karena flash point berada pada suhu 193 0C atau 249 0C.
Flash point (titik nyala) dan fire point (titik api), ditentukan dengan cara memanaskan sampel oli menggunakan suatu wadah plastik tahan panas dimana pada sampel oli tersebut dicelupkan termometer untuk memantau peningkatan temperature oli selama pemanasan. Di atas sampel oli yang dipanaskan dilewatkan api dari Bunsen untuk memicu agar sampel oli terbakar. Titik dimana sampel oli menyambar api pertama kali terhitung sebagai flash point dan dibaca temperaturenya pada thermometer. Sedangkan titik dimana sampel oli terbakar terhitung sebagai fire point.
·         Specific Gravity
Specific gravity merupakan densitas atau kerapatan sampel pada temperature kamar yang telah dibandingkan dengan densitas air. Densitas air digunakan sebagai pembanding karena pada temperature kamar air memilki densitas 1,0 gr/ml. Penentuan specific gravity sampel oli dilakukan dengan menggunakan Aerometer. Sampel oli dituangkan ke dalam gelas ukur plastik transparan kemudian aerometer dimasukkan ke dalam sampel oli. Setelah beberapa saat ditunggu sampai stabil maka dibaca nilai specific gravity yang tertera pada alat aerometer. Sebagai catatan aerometer tidak boleh menyentuh dasar gelas ukur pada saat pengukuran.
·         Colour
Colour oil ditentukan dengan cara memasukkan sejumlah sampel oli ke dalam kuvet spektrofotometer yang kemudian di cek nilai colour yang tercatat secara digital pada detektor spektrofotometer. Nilai colour kemudian dicocokkan dengan spesifikasi sampel oli tersebut sesuai dengan pemasoknya.
·         Total Base/Acid Number
Total nilai basa (TBN) pelumas menunjukkan kemampuan pelumas dalam menetralkan kondisi keasaman pada mesin. Pemilihan nilai basa pelumas untuk suatu mesin disesuaikan dengan pertimbangan jenis bahan bakar yang di pakai, kandungan sulfur, dan design mesin itu sendiri. Penurunan nilai basa pelumas bekas-pakai (used oil) dari hasil analisa pelumas menunjukkan degradasi aditif basa terhadap polutan asam serta indikasi kelayakan penggunaan kembali pelumas tersebut.
Untuk mudahnya, pedoman pemilihan TBN pelumas adalah jenis bahan bakar yang di pakai dengan parameter utama adalah kadar sulfur, parameter lain adalah laju konsumsi pelumas dan kapasitas tampung bak pelumas (sump tank). Turunnya TBN di sebabkan;
·         Konsumsi pelumas yang rendah, berkaitan dengan jumlah top-up harian yang rendah pula
·         Kapasitas tampung bak pelumas mesin yang kecil
·         Penggunaan bbm dengan kadar sulfur yang tinggi
            TBN diukur dengan metode volumetric (titrasi). Sampel oli yang telah ditimbang dilarutkan dalam pelarut benzene-toluene. Selanjutnya dititrasi dengan KOH dengan menggunakan indicator murexide.
Total Base Number, mg KOH / gram =
ml HCL alk/HClO4 x N x 56,1
Gram Sample

0 comments:

Post a Comment

Blog ini Berisi Sharing & Caring Tentang Ilmu Pengetahuan