Searching...
Sunday, June 30, 2013

BIOSENSOR


Biosensor didefinisikan sebagai suatu perangkat sensor yang menggabungkan senyawa biologi dengan suatu transduser. Dalam proses kerjanya senyawa aktif biologi akan berinteraksi dengan molekul yang akan dideteksi yang disebut molekul sasaran. Hasil interaksi yang berupa besaran fisik seperti panas, arus listik, potensial listrik, atau lainnya akan dimonitor oleh transduser. Besaran tersebut kemudian diproses sebagai sinyal sehingga diperoleh hasil yang bisa dimengerti.
 

Biosensor adalah suatu alat bioanalitik yang terintegrasi unsur sensor biologis dengan transduser fisikokimia. Biosensor menyediakan pengukuran biologis atau biokimia secara cepat, jadi ketepatan tindakan pengobatan dapat diambil.
 
Mekanisme Kerja Biosensor Secara Umum
Biosensor memanfaatkan molekul-molekul yang terdapat pada mahluk hidup (biomolekul) untuk dapat merespon analit. Beberapa contoh biomolekul yang dapat digunakan adalah enzim, imuno agen seperti antibodi, dan antigen asam nukleat, sel tunggal serta jaringan mikroba. 

Biomolekul juga disebut sebagai bioreseptor. Bioreseptor ini dapat bereaksi dengan analit secara selektif. Interaksi khusus antara analit dengan bioreseptor menghasilkan suatu perubahan fisika kimia, yang dapat terdeteksi oleh transduser. Enzim merupakan bioreseptor yang paling luas penggunaannya, keuntungan dari penggunaan bioreseptor enzim adalah terletak pada selektifitas dan sensivitasnya. Dalam biosensor, bioreseptor dikemas menjadi satu dengan transduser. Transduser berfungsi untuk mengubah suatu bentuk energi (perubahan fisika kimia) menjadi bentuk energi lain. Sebagai contoh, elektroda gelas mengkonversi perubahan konsentrasi ion H+ menjadai listrik yang berupa beda potensial. 

Komponen-komponen biosensor meliputi :
1.    Analit : suatu senyawa kimia atau biologi yang bertindak sebagai target deteksi
2.    Membran semipermiable (1) : membran yang selektif terhadap molekul analit
3.   Molekul biologi amobil (bioreseptor) : molekul yang memiliki sistem pengenalan yang spesifik terhadap analit, dan mampu mengubah analit menjadi senyawa lain
4.   Membran semipermiabel (2) : membran yang selektif terhadap produk hasil reaksi antara analit dan bioreseptor
5.    Elektrolit : berupa ion dengan konduktivitas tinggi
6.   Transduser atau permukaan deteksi : mengubah gejala kimia fisika yang dihasilkan menjadi suatu sinyal elektrik yang dapat terukur.

0 comments:

Post a Comment

Blog ini Berisi Sharing & Caring Tentang Ilmu Pengetahuan