Searching...
Friday, June 28, 2013

LEUKIMIA



Leukemia berada pada urutan ke-6 sebagai penyebab kanker yang berakibat pada kematian pada sejumlah laki-laki dan ke-7 pada sejumlah perempuan. Di Amerika beberapa orang yang menderita leukemia sebagian besar akan meninggal dengan 2% dari penyakit ini akan menbentuk kanker. Leukemia merupakan kanker darah atau sumsum tulang dan ditandai dengan sebuah abnormal proliferasi yang tidak terkendali (produksi dengan perbanyakan) sel darah, biasanya sel darah putih, Leukosit. Pada bagian darah yang menderita disebut dengan neoplasma haematologi. Priliferasi abnormal dari sel haematologi menyebabkan infiltrasi progressif. Leukemia seperti kanker yang lain dihasilkan dari mutasi somatic DNA yang mengaktifkan onkogen atau menonaktfikan gen penghambat tumor dan mengganggu regulasi sel mati. Mutasi gen ini terjadi secara spontan atau sebagai suatu hasil dari aparan radiasi atau bahan karsinogenik dan memungkinkan akan mempengaruhi faktor genetik. 

Leukemia diklasifikasikan degan beberapa kelompok: berdasarkan populasi sel yang dianggap sebagai leukemia ketika menentukan jumlah sel darah putih yang biasa dibawa normal (4-11 x 109/L). Klasifikasi penyakit tergantung pada akut atau kronisnya penderita leukemia. Leukemia akut ditandai dengan bertambah cepatnya pecahnya sel darah. Penyakit ini ditandai dengan timbulnya benjolan bernanah dari sel sebagai hasil dari kerusakan sumsum tulang untuk menghasilkan bahan sel normal darah mengakibatkan anemia. Leukemia akut diklasifikasikan leukemia lymphoblastic yang banyak diderita anak-anak dan leukemia myoblastik banyak diderita orang dewasa dibandingkan anak-anak.
SEL LEUKIMIA
Leukemia kronis dibedakan pembentukan yang berlebihan yang cukup matang, tetapi membutuhkan berbulan-bulan atau bertahun-tahun dalam penyelesaiannya. Sel yang diproduksi lebih cepat dibandingkan dengan sel normal. Leukemia kronis kebanyakan terjadi pada orang tua. Leukemia akut dapat segera diobati; bentuk kronis terkadang dipantau untuk beberapa waktu sebelum pengobatan untuk memastikan terapi yang keefeektifannya maksiumum. Leukemia kronis diklasifikasikan dalam dua bentuk: Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL) dan Chronic Myelogenous Leukemia (CML).

CLL merupakan bentuk yang paling umum yang diderita orang dewasa, kebanyakan karena sel-B klonal proliferasi abnormal sementara beberapa karena sel-T. CLL yang umum diderita warga Caucasia; rata-rata dibawah 30 tahun. Peerbandingan antara laki-laki dan perempuan adalah 2:1. Pengaruh ini akan meningkat dengan cepat dengan bertambahnya umur.

C-reaktif potein (CRP) merupakan plasma protein, suatu fase protein akut diproduksi oleh hati dan adiposit. CPR merupakan kelompok pentraxin dari protein. CPR tidah berhungan dengan C-peptida atu C protein.
CPR asli ditemukan oleh Tillett dan Francis pada 1930 sebagai suatu substansi dalam serum dari pasien dengan radang akut yang direaksikan dengan C polisakarida dari Streptococcus pneumococcus.
CRP kegunaan utamanya sebagai penanda suatu radang. Kekurangan dari tingginya CRP terlihat dalam kerusakan hati., selama kondisi berkembang seperti sistemik lupus erythematosus. Meningkatnya konsentrasi merupakan berhubungan dengan mikroba, penyakit autoimun dan alergi obat (khususnya antibiotik). Kisaran normal untuk tes darah kurang dari 5-6 mg/L. Konsentrasi CRP tengah dari normal adalah 0,8 mg/L, dengan 90% dengan jelas terlihat kesehatan seoang individu memiliki nilai kurang dari 3 mg/L dan 99% kurang dari 12 mg/L.

Penanda tumor biasanya protein yang dihubungkan dengan penyakit yang berbahaya dan kemungkinan secara klinis dapat digunakan pada pasien kanker. Suatu penanda tumor dapat dideteksi dalam suatu tumor, dalam sirkulasi sel tumor dalam drah peripheral, dalam sumsum tulang, atau cairan tubuh lainnya (urine). Suatu penanda tumor dapat diguakan untuk menentukan adanya suatu bagian penyakit, yang dalam kasus ini dapat digunakan untuk mendiagnosis, tingkatan, atau batas populasi. Penanda juga digunakan untuk mendeteksi adanya penyakit metastatic, untuk mengetahui tanggapan atau hasil dari suatu pengobatan atau untuk mendeteksi kambuhnya penyakit. Akhir-akhir ini penanda dapat digunakan sebagai target untuk bantuan terapi dalam percobaan klinis.

Penanda tumor yang utama digunakan untuk mendiagnosa penyakit berbahaya yang spesifik. Metode yang umumnya melibatkan immunohistokimia dan sitogenetik, termasuk fluorescent in situ hybridization (FISH) damn kebalikan transkriptase dan reaksi rantai polimerasi. Penanda digunakan dalam populasi berdasarkan batasan untuk diagnosa yang lebih awal seperti batas untuk diagnosis kanker colorectal lebih awal dalam kotoran.
Serum feritin, salah satu fase reaktan akut merupakan suatu protein seluler yang berperan dalam penyerapan dan penyimpanan besi. Peningkatan level serum feritin dilaporkan dalam pasien kanker dalam tidak adanya kelebihan besi. Tingkat feritin ditingkatkan dalam kanker payudara lanjut, ovarium, paru-paru, dan usus. Kadar peningkatan juga dilaporkan dalam myelocytic leukemia dan tetrablastoma.

0 comments:

Post a Comment

Blog ini Berisi Sharing & Caring Tentang Ilmu Pengetahuan