Searching...
Monday, July 8, 2013

AMOBILISASI ENZIM

Dalam pemanfaatannya di berbagai bidang umumnya enzim berada dalam kondisi diamobilisasikan. Amobilisasi enzim dapat dilakukan secara fisik dan kimia. Cara fisika dapat dilakukan secara adsorpsi dalam suatu bahan pendukung seperti membran, adsorben, dan gel. Bila amobilisasi enzim dilakukan secara fisik maka enzim bersifat reversible atau dapat kembali ke bentuk semula. Sedangkan secara kimia amobilisasi nzim didapatkan dengan melibatkan satu ikatan kovalen atau lebih pada suatu senyawa. Antara residu dua atau lebih enzim yang sejenis sehingga molekul menjadi irreversible.


Amobilisasi sel adalah pemasangan sel atau pemaukan sel dalam fase padat benda yang mengiinkan pertukaran zat dalam system ke lingkungan atau dari lingkungan ke system yaitu berupa substrat,produk,penghambat dan lain-lain. Tetapi pada waktu yang sama memisahkan sel katalis dan fase yang berisi substrat dan produk.

Tujuan dari amobilisasi salah satunya adalah untuk mempertahankan konsentrasi sel tetap tinggi di dalam bioreactor untuk melindungi sel dari gangguan lingkungan.
Sel dapat diamobilisasi dengan menggunakan berbagai metode. Metode amobilisasi digolongkan menjadi empat kelompok yaitu sebagai berikut :
  • Adsorbsi
Metode ini didasarkan pada adsorbs sel ke permukaan matriks. Adsorbsi didasarkan pada kekuatan pada non kovalen dan interaksi yang bersifat ionik. Masalah dalam metode ini adalah kebocoran sel yang bisa menyebabkan masalah yang serius.

  • Ikatan Kovalen
Metode ini didasarkan pada formasi, ikatan kovalen. Modifikasi kimia pada permukaan sangat penting untuk metode ikatan kovalen. Reaksi ini memerlukan pengenalan tentang kelompok organic reaktif pada permukaan silica yang tidak tersusun secara teratur untuk reaksi unsur sel.

  • Ikatan Silang
Sel mikriba dapat diamobilisasi dengan ikatan silang sama lain dengan bahan reksi bi atau multi fungsi seperti glutaraldehid dan toluene diisosianat. Bahan kimia yang digunakan dalam metode ikatan silang cukup beracun, sehingga dibatasi aplikasi dari metode ini.
  • Penjebakan
Metode penjebakan berdasarkan pemasukan sel di dalam suatu jaringan kaku untuk mencegah sel menghambur ke dalam medium untuk membiarkan penetrasi substrat. Matriks yang biasanya digunakan adalah agar, alginate, karagenan, atau zeolit pada umumnya.

Dari dua metode yang digunakan untuk amobilisasi enzim yaitu modifikasi kimia dan penjebakan secara fisika dari enzim dalam matriks inert seperti polyakrilamida atau zeolit, teknik amobilisai secara kimia lebih umum digunakan. Tahap amobilisasi ini meningkatkan kestabilan dan juga dapat menentukan lapisan difusi dimana produk berada, yang dibentuk dengan aksi katalitik dari enzim, difusi-difusi terbagi pada permukaan elektroda, tetapi keuntungan yang paling nyata dari amobilisasi enzim adalah ikatan kimia akan memiliki ketahanan yang lebih lama, sekitar 6-12 bulan.

0 comments:

Post a Comment

Blog ini Berisi Sharing & Caring Tentang Ilmu Pengetahuan